Showing posts with label Seminar. Show all posts
Showing posts with label Seminar. Show all posts

Thursday, 21 November 2019

Menjadi Seorang Public Speaker Andal Bersama David Rizal



Bekasi --- Mahasiswa semester tiga Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris belajar meningkatkan percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum dari seorang news anchor.

Hal itu dilaksanakan dalam  acara seminar dan workshop yang bertemakan “Gear Up for Speaking Confidently” yang dilaksanakan di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kalimalang, Jalan SMA Kapin nomor 229A, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (19/11).

Acara yang digelar oleh Prodi Bahasa Inggris UBSI ini menghadirkan seorang news anchor Liputan 6 pagi SCTV, David Rizal dan dipandu oleh moderator,  Sayyid Khairunas.

“Kami mengundang  seorang yang telah kompeten di bidang news anchor sebagai contoh nyata dan pembelajaran langsung untuk mahasiswa dalam rangka meningkatkan kepercarayaan diri dan kemampuan berbahasa,” kata Agus,  ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa Inggris UBSI dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (21/11).

Agus menambahkan,  seminar dan workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan level percaya diri serta kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa UBSI di depan umum.
“Hal ini dirasa penting, selain karena kemampuan berbicara merupakan hal yang harus dikuasai oleh setiap individu yang belajar  berbahasa Inggris dengan baik hingga dapat bersaing di dunia kerja nantinya,” ujarnya.

David di acara ini mengungkapkan, percaya diri merupakan hal yang krusial dan mendasar jika ingin memulai berbicara di depan umum, apalagi berbicara dalam bahasa Inggris. Ia lalu  memberikan tips serta trik meningkatkan level percaya diri dan juga Do’s and Don’ts ketika ingin tampil.

Di sela-sela pemaparan materinya, David memberikan tantangan kepada  para peserta untuk menjadi seorang news anchor dalam membaca sebuah narasi berita dengan gayanya masing-masing. Dan terplihlah dua orang mahasiswa sebagai penerima tantangan ini.
“Saya senang acara berlangsung dengan baik dan lancar.  Antusiasme  mahasiswa UBSI juga sangat baik. Mereka  berani menerima tantangan saya untuk membacakan narasi berita yang telah disiapakan,” papar David.

“Saya berterima kasih kepada Prodi Bahasa Inggris UBSI yang telah mengundang saya untuk berbagi pengalaman saya selama saya menjadi seorang jurnalis dan public speaker. Semoga semangat dan rasa percaya diri yang ingin ditularkan kepada mahasiswa UBSI dapat diterima dengan baik dan diimplementasikan di kehidupan nyata,” tutup David.









Thursday, 7 November 2019

Kolaborasi UBSI dengan Bahaso.com Menyelenggarakan Seminar dan Workshop Vocabulary Building

Rabu 30/10/2019 program studi Sastra Inggris semester 1 melaksanakan kegiatan seminar dan workshop dengan tema "Dealing with English Vocabulary" yang diadakan di aula kampus UBSI Kalimalang. Latar belakang kegiatan ini karena Vocabulary Building merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa UBSI Program Studi Sastra Inggis. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan serta penunjang yang dapat mengukur kemampuan mahasiswa/i Sastra Inggris dalam penguasaan kosakata bahasa inggris.

Kegiatan ini berkerja sama dengan salah satu ed-tech start-up Bahaso. Selaku pembicara yaitu Marlina, S.Hum yang menjabat sebagai kepala divisi educational content development Bahaso.com.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tepat di jam 09.00 Wib. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC Bapak Sayyid Khairunas, S.S., M.Pd yang kemudian dilanjutkan oleh Moderator Ibu Cicih Nuraeni, M.Pd.

Friday, 23 November 2018

Seminar and Workshop: Intensive Reading, Tips and Strategies

Seminar kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika Program Studi Bahasa Inggris kali ini (Kamis, 22/11/2018) bertembat di Aula Kampus UBSI Salemba 22 dengan tema: Intensive Reading, Tips and Strategies.

Salah satu keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang yang belajar Bahasa Inggris adalah Reading, selain tentunya Writing, Speaking, dan Listening. Seminar kali ini, UBSI menghadirkan Didin Nuruddin Hidayat, M.A. TESOL, Ph.D. sebagai keynote speaker serta Sayyid Khairunas, S.S., M.Pd selaku pembawa acara sekaligus moderator pada kesempatan tersebut. Didin yang mengenyam pendidikan doctoral di University of Canberra, Australia, adalah juga seorang dosen PNS di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun 2006. Beliau mengutarakan bahwa kemampuan Reading atau membaca tidak akan pernah terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Terutama bagi para mahasiswa Bahasa Inggris yang sudah barang tentu kemampuan Reading akan diujikan pada setiap test kemampuan bahasa sebut saja TOEFL, TOEIC, GMAT, IELTS, dan sebagainya. Beliau memberikan contoh bagaimana kemampuan Reading ini sangat penting sehingga biasanya dijadikan mata kuliah sebanyak dua semester yaitu Intensive dan Extensive Reading. Lebih lanjut lagi, beliau juga menyampaikan bahwa dalam hal ini, terutama Intensive Reading, terdapat beberapa tekhnik yang dapat digunakan agar mampu mengolah suatu teks berbahasa inggris dengan baik, sebut saja tekhnik Skimming dan Scanning.



Meskipun tergolong agak sedikit rumit karena Intensive Reading menuntut kemampuan penguasaan kosakata dan pemahaman kolokasi bahasa inggris agar kita dapat memahami isi dari suatu bacaan, namun Reading bukan tidak mungkin untuk dikuasai. Menurut mahasiswa ketika ditanya oleh Didin mengenai apa pendapatnya tentang Reading, Beliau menjawab bahwa hal yang perlu ditekankan adalah bagaimana kita untuk mulai menyukai membaca, apapun itu entah komik, novel, atau artikel yang ada di internet. Kemudian yang harus dilakukan adalah mempelajarinya dengan serius serta mengaplikasikan tekhnik Skimming atau Scanning ke dalam kehidupan sehari-hari karena kita hidup bersama dengan aksara. Menurut beliau, hal tersebut akan membuat kita untuk terbiasa melakukan kegiatan membaca.


Seminar yang disampaikan dengan menggunakan Bahasa Inggris ini sangat membuat mahasiswa UBSI antusias. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta selama berlangsungnya acara. Jumlah mahasiswa yang mengikuti seminar reading ini mencapai 163 mahasiswa, menunjukan bahwa tema yang diusung termasuk menarik minat peserta. Selain temanya yang menarik, pembicara yang kompeten karena juga memberikan contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari, menjadi faktor pendukung suksesnya acara ini.




Peserta yang mengikuti workshop ini adalah mahasiswa program studi bahasa Inggris semester 1 yang juga mendapat mata kuliah Intensive Reading, sehingga seminar ini diharapkan mampu menambah dimensi cakrawala pikiran mereka terhadap mata kuliah tersebut.


 [Sayyid-UBSI]

Wednesday, 30 November 2016

Semantics and Pragmatics: How does everyone have different interpretation and perception?

Seminar kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh STIBA Nusa Mandiri Prodi Sastra Inggris kali ini [Selasa, 22 November 2016] bertempat di Aula kampus BSI salemba 22 dengan tema: “Semantics and Pragmatics: How does everyone have different interpretation and perception?”

Salah satu cabang dari ilmu linguistik yang mempelajari tentang makna adalah Semantics dan Pragmatics. Pada seminar kali ini, STIBA menghadirkan Ibu Yanti, Ph,D sebagai keynote speaker. Beliau yang mengenyam pendidikan doctoral di Dellaware University, Amerika Serikat, juga seorang dosen di Universitas Atmajaya, mengutarakan bahwa setiap orang bisa mempunyai persepsi serta interpretasi yang berbeda-beda mengenai suatu hal tergantung sampai sejauh mana kemampuan atau tingkat ilmu pengetahuan orang tersebut. Beliau memberikan contoh kasus yang baru-baru ini terjadi di  Jakarta ketika gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama, melontarkan statement yang kontroversial. Menurut beliau, apa yang dikatakan oleh Ahok merupakan suatu hal yang menarik jika ditelisik menggunakan ilmu Semantics serta Pragmatics. Lebih lanjut lagi, beliau juga menyampaikan bahwa perbedaan kebudayaan juga menjadi salah satu faktor penentu seseorang memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Hal ini sekaligus membuktikan bagaimana pentingnya bagi seseorang untuk mempunyai pandangan serta pola pikir yang luas.

Meskipun tergolong sulit, namun ilmu linguistik bukan tidak mungkin untuk dikuasai. Menurut mahasiswa ketika ditanya oleh Ibu Yanti mengenai apa pendapatnya tentang linguistik. Hal yang perlu ditekankan adalah bagaimana kita mampu mempelajarinya dengan serius serta mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari karena kita hidup bersama dengan linguistik. Menurut beliau, hal tersebut mampu membuat ilmu linguistik lebih mudah untuk dipahami.






Seminar yang disampaikan dengan menggunakan Bahasa Inggris ini sangat membuat mahasiswa STIBA antusias. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta selama berlangsungnya acara. Jumlah mahasiswa yang mengikuti seminar linguistik ini mencapai 163 mahasiswa, menunjukan bahwa tema yang diusung termasuk menarik minat peserta. Selain temanya yang menarik, pembicara yang kompeten karena juga memberikan contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari, menjadi faktor pendukung suksesnya acara ini.

Peserta yang mengikuti workshop ini adalah mahasiswa sastra Inggris semester 3 yang juga mendapat mata kuliah Introduction to Linguistics, sehingga seminar ini diharapkan mampu menambah dimensi cakrawala pikiran mereka terhadap mata kuliah tersebut. 

[Sayyid-STIBA]