Teringat akan sebuah kalimat bijak, "Orang bisa jatuh bukan karena batu besar, melainkan kerikil kecil".
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". – (Q.S., Al-Mujadalah: 11)
Thursday, 23 February 2023
Ketika Nasi Sudah Menjadi Bubur
Monday, 16 January 2023
Dosen Sastra Inggris UBSI Beri Pelatihan Korespondensi Bahasa Inggris kepada Pelaku UMKM Kota Bogor
Dosen Sastra Inggris Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) beri pelatihan English Business Correspondence pada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) kota Bogor. Dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas BSI melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema “Pelatihan English Business Correspondence kepada pelaku UMKM Kota Bogor”. Kegiatan ini berhasil terlaksana berkat kerjasama antara pihak Program Studi Sastra Inggris Universitas BSI dengan pihak Dinas KUKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDAGIN) Kota Bogor yang mewadahi pelaku industri UMKM di wilayah Kota Bogor, pada Sabtu (19/11).
Acara dipimpin oleh pembawa acara Danang Dwi Harmoko dari pihak Universitas BSI dan dibantu oleh Octa Pratama Putra juga 2 orang mahasiswa sebagai panitia. Acara dimulai dengan pembacaan doa terlebih dahulu. Selanjutnya sambutan yang disampaikan oleh Sahdi selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas KUKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDAGIN) Kota Bogor. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Universitas BSI yang disampaikan oleh Sayyid Khairunas.
Sayyid Khairunas mengatakan keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan wajib dari 4 kemampuan dasar pembelajaran bahasa Inggris (listening, reading, speaking, writing).
“Keterampilan menulis wajib dikuasai oleh setiap individu yang sedang mempelajari bahasa Inggris ataupun profesi lain,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Rabu (23/11).
Hal ini katanya, menulis merupakan indikator utama penguasaan sebuah bahasa. Jika seseorang mampu menulis dengan baik pada sebuah bahasa maka ia dapat dinyatakan menguasai bahasa tersebut.
“Dosen Sastra Inggris Universitas BSI Kampus Digital Kreatif memberikan materi mengenai English Business Correspondence atau berkorespondensi menggunakan Bahasa Inggris pada pelaku UMKM di wilayah Kota Bogor,” tegasnya.
Mengingat, terangnya kemampuan berkorespondensi bagi seorang pelaku usaha terutama Bahasa Inggris, cukuplah penting. Adanya pelatihan ini membuat peserta sangat antusias pada pelatihan kali ini.
“Peserta mengaku sangat senang dengan diadakannya acara pelatihan Bahasa Inggris karena mereka mampu melatih kemampuan Bahasa Inggris yang telah dipelajari di bangku sekolah maupun kuliah dulu,” katanya.
Sementara itu, Sahdi selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas KUKM Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDAGIN) kota Bogor menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pada segenap keluarga besar Universitas BSI terlebih program studi Sastra Inggris yang telah hadir untuk bersilaturahmi sekaligus membagikan ilmu pada pelaku UMKM yang berada dibawah naungan KUKMDAGIN Kota Bogor.
“Semoga apa yang diberikan oleh dosen-dosen dari Universitas BSI bermanfaat bagi peserta pelatihan dan menambah kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia pun berharap kedepannya kegiatan serupa dapat rutin digelar sehingga kedua belah pihak mampu mendapatkan benefit dari kegiatan yang diadakan.
“Kami sangat berterimakasih kepada dosen program Sastra Inggris Universitas BSI yang telah berkenan menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris di kantor kami. Jujur kami merasa hal tersebut sangatlah penting di jaman sekarang ini,” tegas Sahdi.
Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh Dr Fitriyah, peserta menyimak dengan cukup antusias. Dalam surat menyurat atau berkorespondensi dengan bahasa inggris ada beberapa jenis surat yang harus diketahui seperti: Sales Letters, Order Letters, Complaint Letters, Adjusment Letters, dan Inquiry Letters.
Meski sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara surat bisnis berbahasa Inggris dengan yang menggunakan Bahasa Indonesia. Bagian-bagian surat tersebut tetap harus mengandung unsur-unsur pembuatan surat misalnya kop surat atau kepala surat jika memang surat tersebut bersifat formal. Tak lupa pula tanggal, serta alamat penerima surat yang jelas,” terangnya.
Ia juga secara langsung mempraktikan cara membuat surat dalam Bahasa Inggris yang kemudian diikuti oleh para peserta pelatihan dengan seksama. Ia pun berharap pelatihan ini bermanfaat bagi peserta.
“Semoga apa yang disampaikan bermanfaat dan dapat menjadi bekal berharga bagi para pelaku UMKM yang berada di bawah naungan KUKMDAGIN Kota Bogor,” tutupnya.
[Sayyid Khairunas-UBSI]
Thursday, 21 April 2022
Mengapa Banyak Orang Indonesia Masih Gagap Berbicara Bahasa Inggris?
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional
yang banyak dipakai oleh orang di dunia untuk alasan yang berbeda. Bahasa ini
juga menjadi bahasa yang dipakai dalam sidang PBB atau pertemuan diplomat para
tokoh pemerintah dunia. Meski tidak semua negara berbicara Bahasa inggris, tapi
ada yang menjadikan bahasa ini sebagai bahasa resmi kedua mereka, seperti di
Malaysia dan Singapura.
Di Indonesia, banyak orang yang fasih atau sekadar bisa bercakap
menggunakan Bahasa Inggris. Jika ingin bisa menggunakan bahasa Inggris,
terlebih dahulu kita harus mempelajari dan menguasai empat keterampilan
berbahasa Inggris yaitu berbicara (speaking), mendengarkan (listening), membaca
(reading), dan menulis (writing).
Dari keempat kompetensi tersebut, berbicara merupakan kemampuan
yang sering menghadirkan permasalahan bagi masyarakat Indonesia. Banyak orang
Indonesia menghadapi beberapa masalah umum dalam berbicara bahasa Inggris.
Masalah pertama yang dihadapi adalah kurangnya rasa percaya diri.
Kepercayaan diri masih menjadi momok bagi para pembelajar bahasa Inggris,
meskipun telah dipelajari sejak di tingkat sekolah dasar. Beberapa dari mereka
mungkin memahami grammar bahasa Inggris dengan sangat baik dan bahkan mendapat
nilai tinggi dalam ujian, tetapi keterampilan berbicara mereka sangat buruk.
Alasan utama di balik permasalahan ini adalah masyarakat Indonesia
atau bahkan para pembelajar khususnya, masih sering terlalu malu untuk memulai
percakapan dengan bahasa Inggris dan takut salah. Ada anggapan orang lain akan
menertawakan mereka. Hal ini menyebabkan mereka menghindari berbicara bahasa
Inggris di depan orang lain.
Selanjutnya, sebagian besar orang Indonesia masih belum memiliki
kosakata bahasa Inggris yang memadai. Hal ini karena semangat membaca mereka
yang kecil. Padahal, sangat penting bagi seorang pembelajar untuk membaca teks
bahasa Inggris untuk memperdalam kosakata, frase, atau idiom baru.
Hal tersebut membuat mereka sulit untuk mengungkapkan sesuatu
akibat perbendaharaan kosakata yang kurang memadai. Faktor lainnya adalah
bahasa ini bukan bahasa pertama kita sebagai masyarakat Indonesia. Jadi, tentu
saja, jumlah kata bahasa Inggris yang kita miliki dalam kosakata kita tidak
pernah cukup jika ingin disamakan dengan penutur asli bahasa tersebut.
Masalah lain yang dihadapi orang Indonesia saat berkomunikasi
dalam bahasa Inggris adalah kurangnya latihan. Mereka berpikir bahwa
kepercayaan diri mereka untuk berbicara bahasa Inggris rendah dan kosakata
bahasa Inggris mereka tidak mencukupi. Hal ini yang membuat mereka kehilangan
minat untuk berlatih bahasa Inggris.
Kondisi diperparah dengan lingkungan atau circle mereka yang tidak
mendukung. Lingkungan biasanya tidak mendukung mereka untuk sering
mempraktikkan bahasa Inggris. Orang lain atau bahkan teman sendiri mungkin
berpikir bahwa mereka yang berbicara bahasa Inggris hanya ingin pamer saja.
Akhirnya, karena tidak ingin dianggap si-paling-pinter oleh orang
lain di sekitarnya, mereka kembali menggunakan bahasa ibu dalam percakapan
sehari-hari. Secara umum, negara lain yang tidak menjadikan bahasa Inggris
sebagai bahasa kedua ataupun bahasa resmi di pemerintahan akan banyak
menghadapi kendala yang kurang lebih sama seperti yang dialami oleh kebanyakkan
masyarakat Indonesia.
Also Posted on: https://www.republika.co.id/berita/ramnzs459/mengapa-banyak-orang-indonesia-masih-gagap-berbicara-bahasa-inggris
Thursday, 24 March 2022
Karyawan Bappeda Bogor Asah Kemampuan Public Speaking bersama Dosen UBSI
Prodi sastra Inggris UBSI memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada karyawan dan karyawati Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara pihak Bappeda Kabupaten Bogor dengan Universitas Bina Sarana Informatika Program Studi Sastra Inggris.
Inisiator dari pihak Bappeda, Ratu Desy mengungkapkan, bahwa pihaknya secara khusus meminta kepada para dosen di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris di area speaking atau conversation.
"Hal ini dikarenakan akan kebutuhan bagi karyawan-karyawati Bappeda yang sering menggunakan bahasa Inggris ketika akan melakukan kunjungan kerja atau survei ke pihak asing," ujarnya, Senin (21/3/2022).
Octa Pratama Putra, S.S, M.Pd, selaku Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengatakan, pentingnya penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris untuk menunjang karir di masa depan.
Ia juga menegaskan agar para karyawan-karyawati di Bappeda Kabupaten Bogor tersebut untuk mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris agar berguna dalam pekerjaan mereka, misalnya melakukan negosiasi dengan pihak asing.
"Jika bapak-ibu menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris, bapak-ibu dapat dengan baik berkomunikasi dengan pihak lain yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya," lanjutnya.
Meskipun acara pelatihan tersebut berlangsung selama 2 jam, namun peserta terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti arahan tutor.
Dr. Fitriyah S.S, M.Si, selaku tutor utama memberikan contoh fenomena sehari-hari dalam mengucapkan kata atau pun kalimat dalam bahasa Inggris yang masih sering salah, namun masih banyak yang tidak sadar.
"Misalnya, dalam mengucapkan terima kasih yang tidak tepat. Masih banyak yang bilang thanks you, baik dalam ucapan secara langsung maupun status-status di media sosial saat ini. Frase yang benar adalah thank you, ya bapak-ibu, bukan thanks you, jika ingin mengucapkan terima kasih ke lawan bicara kita", ujarnya.
Para peserta pengabdian terlihat sangat antusias menyimak materi yang dipandu oleh tim tutor secara bergantian. Acara berlangsung dengan menarik di mana para peserta sangat aktif untuk bertanya dan berdialog dengan para dosen.
Tuesday, 23 February 2021
Apa itu Filantropi?
Filantropi berasal dari dua kata Yunani yaitu philos yang artinya cinta dan anthropos yang berarti manusia. Dengan begitu filantropi bermakna cinta pada sesama manusia dalam artian peduli pada kondisi manusia lainnya.
Tuesday, 10 November 2020
Dunia Virtual
Monday, 14 September 2020
Fun Learning English: Belajar Bahasa Inggris Secara Menyenangkan Bersama Dosen Prodi Sastra Inggris UBSI
Jakarta, 14 September 2020 - Belajar bahasa inggris sudah seharusnya menyenangkan. Stigma yang selama ini ada mengenai belajar bahasa inggris yang katanya sulit, harus diubah. Menyadari akan hal itu, dosen program studi sastra inggris UBSI memiliki cara unik sekaligus menyenangkan dalam memberikan materi bahasa inggris. Meski dalam keadaan pandemi seperti saat ini, semangat untuk memberikan seribu kebaikan tidak boleh luntur. Oleh karenanya, dosen-dosen UBSI memutuskan untuk mengadakan pengabdian masyarakat secara daring.
Kegiatan Prodi Bahasa
Inggris dan Sastra Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI semester ganjil
2020-2021 ini dilakukan melalui aplikasi Zoom. Peserta kegiatan pengabdian
masyarakat ini adalah adik-adik dari Majelis Ta’lim Hidayatul Mubtadiin yang
berlokasi di bilangan Ciledug. Beberapa panitia yang diutus langsung ke lokasi
mitra tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan sesuai anjuran
kesehatan. Seperti, memakai masker, jaga jarak aman minimal 1 meter, dan juga
laptop yang memadai.
Acara dipimpin dan dibuka
oleh Unpris Yastanti, M.Pd selaku Ketua panitia program pengabdian masyarakat.
Selaku tutor yaitu Sayyid Khairunas, S.S., M.Pd, serta beberapa anggota panitia
lain yang juga standby untuk memberikan materi yaitu Irwin Ananta Vidada, Sri
Mulyati, Ary Iswanto Wibowo, dan Danang Dwi Harmoko. Kegiatan ini juga
melibatkan seorang mahasiswi dari prodi sastra inggris yaitu Fefti Supriyatna
yang saat ini sedang menyusun skripsi.
Mengusung tema tips and
tricks dalam pembelajaran bahasa inggris agar lebih mudah dipahami, yang memang
ditujukan agar peserta lebih enjoy dan tidak terlalu serius dalam proses
pelaksanaan pengabdian kali ini. Dalam penyampaiannya, Sayyid memberikan contoh
fenomena sehari-hari dalam mengucapkan kata ataupun kalimat dalam bahasa
inggris yang masih sering salah – namun masih banyak yang tidak sadar. Beliau
memberi contoh misalnya dalam mengucapkan terima kasih yang tidak tepat. Masih
banyak yang bilang “thanks you” baik dalam ucapan secara langsung maupun
status-status di media sosial saat ini. “Frase yang benar adalah ‘thank you’ ya
teman-teman, bukan ‘thanks you’ jika ingin mengucapkan terima kasih ke lawan
bicara kita”, ujarnya. Para peserta pengabdian terlihat sangat antusias
menyimak materi yang dipandu oleh tim tutor. Acara berlangsung selama kurang
lebih 2 jam.
Selesai sesi penyampaian
materi sekaligus tanya jawab dengan peserta, para dosen dan panitia kemudian menutup
sesi penyampaian materi. Acara pun diakhiri dengan sesi berfoto bersama antara
pihak Universitas Bina Sarana Informatika dengan adik-adik dari Majelis Ta’lim
Hidayatul Mubtadiin. Meskipun singkat, semoga apa yang disampaikan bermanfaat
dan dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta. [SKH]














