Tuesday, 5 May 2020

Dosen Prodi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris UBSI Beri Pelatihan Speaking Skill

Depok, - Bertepatan hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari Sabtu 2 Mei 2020, dosen UBSI dari prodi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris mengadakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Yayasan Panti Asuahan Anak ARRIDHO Depok, Jawa Barat. 
Kegiatan kepada Masyarakat ini merupakan agenda wajib untuk dosen yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada Masyarakat dimulai tepat pukul 09:00 – 11:00 Wib dan terbagi kedalam tiga tim. Masing-masing tim diberi kesempatan 20 menit untuk memberikan materi pelatihan PM sesuai dengan pilihan topik yang telah disiapkan. 

Tim pertama mengangkat judul yaitu Enhancing of Speaking Skills in the Midlle of Covid19. Dosen yang terlibat Jimmi, M.Pd, Aprillia, S.S., M.Pd, Nurmala Dewi, M.Pd, Dadan H., M.Pd, Chodidjah, M.Pd. Tim kedua mengangkat judul Improving English Skill through Daily Routine Conversation dan dosen yang terlibat Dr. Euis M., M.Pd, Herlin Widasiwi S., S.S., M.M., Prapti Wigati P. S.S., M.Hum, Lia N., S.S., M.Hum, Sufi Alawiyah, S.Kom, M.Pd. 


Tim Ketiga yaitu tim yang berasal dari prodi Sastra Inggris dengan judul Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Enhancing of Speaking Skills in the Midlle of Covid19 dan dosen yang terlibat yaitu , Danang Dwi, S.S., M.Pd, Sayyid Khairunas, S.S., M.Pd, Ary Iswanto, S.S., M.Pd, dan Fitriyah, S.S., M.Si, dan Okta Pramata Putra, S.S, M.Pd. Tidak hanya dosen saja dalam PM ini, ada 1 mahasiswa yang terlibat dalam PM edisi genap ini yaitu, Kristina Sidabalok mahasiswi Bahasa Inggris Semester 4.

Sunday, 1 March 2020

Merdeka Finansial itu...

Siapa sih yang pernah menyangka kalau kamu bisa mapan meskipun gaji kamu 'hanya' 5 juta saja? Kebanyakan orang sudah berpikir pesimis mengingat untuk hidup di kota besar seperti di Jakarta angka segitu bisa dikatakan pas-pasan. Apalagi kalau sudah berkeluarga, punya anak 2, istri 1, kucing 5.
Source: google
Memang sih masih ada saja yang bisa bertahan hidup tapi biasanya pengorbanannya cukup besar. Nah, apalagi kalau kemudian berpikir untuk bisa mapan. Mungkin kata mapan hanya ada di mimpi saja.

Bulan Agustus kemarin banyak ditemui program-program yang berhubungan dengan kata 'merdeka'. Yha mumpung bulan kemerdekaan Indonesia. Mulai dari program televisi, program diskon belanja online seperti flash sale, atau di mall, kemudian muncul tagline merdeka finansial.

Memang seperti apa merdeka finansial itu?

Tuesday, 18 February 2020

Workshop and English Training Section for TOEFL Test di UBSI Kampus Kota Sukabumi

Fakultas Teknik dan Informatika UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) PSDKU Kota Sukabumi bekerjasama dengan Lembaga Bahasa UBSI, menggelar Workshop and English Training Section For TOEFL Test, bertempat di Ruangan 203 Kampus UBSI Sukabumi, Jalan Cemerlang Nomor 8, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tepatnya dari tanggal 11 sampai dengan 13 Februari 2020 ini, diikuti oleh 29 dosen UBSI Sukabumi. Adapun narasumber pada kegiatan tersebut, dari Lembaga Bahasa UBSI, Mr. Sayyid Khairunas, S.S., M.Pd.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diantaranya untuk meningkatkan pemahaman para dosen agar dapat mengenal detail TOEFL dengan baik, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para dosen supaya terbiasa dengan tipe soal dan strategi dalam mengerjakan soal TOEFL.

Ketua Program Studi Ilmu Komputer UBSI Kampus Sukabumi, Denny Pribadi, M.Kom. menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh para dosen yang berlatar belakang non Bahasa Inggris ketika menghadapi tes TOEFL sebagai salah satu syarat memperoleh sertifikat pendidik. Selain itu, kegiatan ini sangat berguna bagi para dosen yang telah memiliki sertifikasi pendidik yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S3, atau untuk memperoleh beasiswa yang banyak ditawarkan oleh pemerintah.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mengatasi permasalahan terkait strategi dan materi TOEFL, sehingga para dosen dapat menjalani tes dengan mudah. Diharapkan pula, kegiatan Workshop dan TOEFL Prediction Test yang diselenggarakan Fakultas Teknik dan Informatika UBSI Sukabumi dan Lembaga Bahasa UBSI ini, dapat memberi pengetahuan dan gambaran kepada para dosen di UBSI Sukabumi, sebelum mengikuti tes TOEFL yang sesungguhnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komputer UBSI Kampus Sukabumi  juga menjelaskan, pada hari pertama, kegiatan ini diisi dengan workshop dan pemberian materi pemahaman dasar TOEFL, hari kedua peserta dilatih mengerjakan soal pre-test, dan hari ketiga atau terakhir para peserta bersama-sama mengikuti ujian TOEFL Prediction Test, untuk mengukur kemampuan dosen dalam memahami materi yang sudah diberikan. Dalam ujian ini, para peserta mengerjakan soal Listening Comprehension sebanyak 50 soal pilihan ganda selama 35 menit, dilanjutkan dengan soal Structure sebanyak 40 soal selama 25 menit, dan 50 soal pilihan ganda Reading Comprehension selama 55 menit.

Dikatakannya, para peserta tes TOEFL sangat antusias dan bersemangat dalam mengerjakan soal TOEFL dengan cermat, teliti dan fokus. Sedangkan hasil nilai atau score Tes TOEFL akan dikirim dalam bentuk e-certificate melalui email kepada para peserta. Usai mengikuti kegiatan ini, semua peserta Tes TOEFL difoto bersama dengan narasumber.

 Sumber: https://portal.sukabumikota.go.id/12396/ubsi-sukabumi-menggelar-workshop-and-english-training-section-for-toefl-test/

https://radarsukabumi.com/pendidikan/universitas-bina-sarana-informatika/tingkatkan-kemampuan-bahasa-inggris-ubsi-sukabumi-gelar-workshop-and-english-training/








Friday, 31 January 2020

Why We Shouldn't Dangle The Participle

I remembered when I studied about dangling. Some experts said we must avoid dangle participle. Why? It's simply because dangling participle is ruining you. According to Wikipedia (2015):  Dangling is ambiguous grammatical construct, whereby a grammatical modifier could be misinterpreted as being associated with a word other than the one intended or with no particular word at all. Then again, I recently found a joke regarding dangling participle on the internet. Here goes...

On his 69 birthday, a man was given a certificate from his wife. The certificate was for consultation with an Indian man living on a nearby reservation, and was rumored to have a simple medicine for erectile dysfunction.

The husband then went to the reservation and met that man. Couple hours of consultation, the old indian man gave him a potion and, with a grip on his shoulder, warned  “This is a powerful medicine. You take only a teaspoonful, and then say: ‘1…2…3.’ When you do, you will become more manly than you've ever been in your life, and you can perform for as long as you want.”

The man thanked the old Indian, and as he walked away, he turned and asked: “How do I stop the medicine from working?” “That’s easy. Ask your partner to say ‘1…2…3…4.’ He responded. “But when she does, the medicine will not work again until the next full moon.”

As his dream to be more manly like he used to be almost comes true, he went home quickly, showered, shaved, took a spoonful of the medicine, and then invited his wife to join him in the bedroom. He did some exercise while waiting his wife...



When she came in, he took off his clothes and said: “1…2…3!” Immediately, he was becoming the manliest man on earth. His wife was excited and began throwing off her clothes, and asked: “Honey, what was the 1…2…3... for?”

Voila!

And the old man be like...

And that, boys and girls, is why we should never end our sentences with a preposition, because we could end up with a dangling participle.